PEMBULATAN DI TAMPILAN REPORT

Pembulatan di Tampilan Report

Bagaimana jika kita perlu menampilkan nilai di preview Report dalam kondisi dibulatkan menjadi tidak ada koma untuk kolom-kolom tertentu saja. Pada kesempatan ini kami mencontohkan dengan Report Item List, yang menampilkan Quantity dalam satuan pertama, kedua dan ketiga, namun untuk satuan kedua dan ketiga jika ada angka dibelakang koma ingin dibulatkan, maka berikut ini caranya :

PEMBULATAN 

  • Dengan contoh diatas kita ke List | Items, click tombol Print untuk preview report.
  • Modify | Available Columns, double-click untuk “Qty Unit 2” dan “Qty Unit 3” juga “Calculate Field 1” dan “Calculate Field 2”.
  • Masih di Modify | Column & Filter | Selected Column & Filter, centang “Calculate Field 1”, di bagian kanan nya pilih “Qty Unit 2” lalu click panah kebawah, beri tanda kurung untuk variable tsb dan tambah kan didepannya dengan ROUND, sehingga menjadi ROUND([DEFQUANTITY2.DEFQTY])

 

  • Lakukan cara yang sama di “Calculate Field 2” menggunakan variable dari “Qty Unit 3”, sehingga menjadi ROUND([DEFQUANTITY3.DEFQTY])

HASIL PEMBULATAN

PEMBULATAN KEBAWAH 

Untuk pembulatan kebawah, ROUND kita ganti TRUNC, Dengan contoh diatas menjadi :

TRUNC([DEFQUANTITY2.DEFQTY])

dan

TRUNC([DEFQUANTITY3.DEFQTY])

PEMBULATAN KEATAS

Sedang untuk pembulatan keatas tambahkan + 0.9999. Dengan contoh diatas menjadi :

TRUNC([DEFQUANTITY2.DEFQTY] + 0.9999)

dan

TRUNC([DEFQUANTITY3.DEFQTY] + 0.9999)

Catatan 

  1. Diatas adalah contoh, untuk keperluan di report lain kita dapat gunakan Calculate Field dengan menggunakan variable yang mau kita bulatkan dan caranya sama seperti diatas.
  2. Judul kolom Calculate Field 1 & Calculate Field 2 dapat kita rename dengan cara, click sekali di Calculate Field 1 yang ada di Selected Column & Filter, lalu tekan F2 di keyboard, kondisi menjadi edit mode untuk kita bisa ganti.

(Available for v4)

 

MELIHAT JURNAL HASIL DISPOSAL FIXED ASSET

Melihat Jurnal Hasil Disposal Fixed Asset

Seperti yang kita ketahui, dalam modul Fixed Asset, kita tidak bisa melihat show jurnal dari transaksi aktiva yang telah kita lakukan.

Seandainya kita mau melihat jurnal yang terbentuk pada saat ada disposal aktiva, maka langkah yang harus dilakukan adalah sbb :

  1. Masuk ke menu Report | Index to Report | General Ledger | All Journals. 
  2. Di tab Parameter, silahkan tanggalnya di sesuaikan.
  3. Pada tab Selected Columns & Filters, di select kolom Source Type lalu pilih FA Disposed. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Klik OK untuk menampilkan informasi jurnal disposal fixed asset tsb.

(Available for V4 & V5)

 

 

PERBEDAAN PRIME DAN BASE AMOUNT

Perbedaan Prime dan Base Amount

Dalam report atau pada modul-modul tertentu, kita bisa menemukan istilah Price Base – Price Prime atau Debit/Credit (Prime) – Debit/Prime (Base).

Misal sebuah contoh :

  • Perusahaan di database, menggunakan default currency Rupiah (Rp)
  • Ada transaksi pembayaran menggunakan Bank USD dengan nilai $10. Dalam hal ini, kurs Rupiah terhadap Dollar misal Rp 10.000, maka nilai yang dibayarkan adalah sejumlah Rp 100.000 ($10 x kurs)
  • Ketika kita membuka report All Jurnal, tampilan default-nya akan menggunakan mata uang default currency yaitu Rp 100.000
  • Jika kita ingin mengetahui nilai dollar dalam transaksi tsb, kita bisa memasukan variable Credit (Prime)

  • Jadi, perbedaan antara Prime dan Base sbb :

Prime adalah nilai berdasarkan mata uang asli, sedangkan Base adalah nilai berdasarkan default currency yang digunakan di database-nya.

(Available for v3 dan v4)

 

CARA SETTLE UANG MUKA YANG DIBUAT DARI JOURNAL VOUCHER

Cara Settle Uang Muka Yang Dibuat Dari Journal Voucher

Jika ada kondisi transaksi Down Payment atau Uang Muka Penjualan/Pembelian yang terlanjur dilakukan dari Journal Voucher, sedangkan transaksi DP (Uang Muka) dari Journal Voucher ini tidak bisa di settle-kan ke modul Sales/Purchase, maka langkah yang bisa dilakukan agar transaksi Uang Muka dari Journal Voucher itu bisa habis/tersettle ke modul Sales/Purchase adalah sbb :

1. Jika akun uang muka tsb bertipe OCA/OCL :

Maka saat dari Sales/Purchase Payment, bisa di klik kanan pada invoice yang dimaksud, kemudian pilih discount write off/discount info. Untuk discount account nya langsung pilih ke akun uang muka tsb, dan isikan discount amount nya sebesar nilai DP dari Journal Voucher nya.

2. Jika akun uang muka tsb bertipe AP/AR :

Maka saat dari sales/Purchase Payment, bisa klik kanan pilih discount write off/discount info. Untuk discount account nya pilih ke akun perantara dahulu, lalu isikan discount amount nya sebesar nilai DP dari Journal Voucher nya. Setelah itu lakukan jurnal balik dari Journal Voucher untuk akun perantara dan akun uang muka nya.

Ilustrasi pada Uang Muka Pembelian :

Saat di Journal Voucher :

(Dr) Uang Muka Pembelian 

(Cr) Hutang 

Saat di Discount write off di Purchase Payment :

(Dr) Hutang 

(Cr) Akun Perantara 

(Dr) Akun perantara 
(Cr) Uang Muka Pembelian 
(Available for V4) 

 

 

 

 

 

IMPORT BOM DARI EXCEL

Import BOM Dari Excel

Jika kita ingin mengimport Formula Produksi (Bill Of Material)dari file excel, berikut ini langkah-langkah :

  • Buat ecxel formulanya seperti yang di contohkan pada file diatas, dan kalau sudah siap silahkan file tersebut di simpan di folder apa saja.
  • Masuk ke menu List | Manufactures | Bill of Materials, click button Import From File, click gambar folder kemudian ganti Files of type nya menjadi format Excel (*.xls) dan browse ketempat dimana file excel tsb kita simpan dan jika sudah ditemukan klik tombol Open. 

  • Kemudian lakukan pemetaan (maping) pada semua baris-baris antara Source Column Data ke Define to Field Name. 

  • Kalau semua sudah dimaping, klik button Import Data.
  • Dan setelah di konfirmasi berhasil import, klik button refresh pada layar BOM tersebut, maka akan muncul formula-formula yang sudah di buat di excel tadi.

Konfirmasi imported 

List Formula (BOM) yang sukses di import. 

Item-item dan cost dari formulanya 

**Note : Item raw material dan conversions cost yang dimasukkan di Excel, harus sudah tersedia pada List Item dan List Conversions Cost di database ACCURATE kita. 

(Available for V4 & V5) 

 

 

 

Hapus Period End atau Proses Akhir Bulan pada ACCURATE

Berikut langkah-langkah untuk menghapus transaksi Period End pada Accurate :

  1. List | General Ledger | Journal Voucher [Daftar | Buku Besar | Bukti Jurnal Umum]
  2. Lakukan Filter, pilih Type : Depreciation Assets dan Period End
  3. Lalu filter pada tanggal yang sesuai atau Unceklist jika mau melihat keseluruhan periode yang sudah di Period End
  4. Sorot baris jurnal yang akan dihapus, lalu click Delete. Atau klik kanan di baris jurnal yang dimaksud pilih Delete.

Catatan :

Untuk menghapus hasil period end penyusutan Fixed Asset, harus dilakukan berurut dari bulan terakhir ke bulan sebelumnya. Jadi jika tujuannya mau menghapus period end bulan Maret misalnya, jika sudah di period end s/d Juni, maka yang harus di hapus bulan Juni dulu baru kemudian Mei lalu April baru kemudian hapus bulan Maret.

 

(Available for v4 & v5)

Membuat Database Pada ACCURATE Online

Setelah Anda berhasil login kedalam accurate.id , maka tahap selanjutnya adalah membuat Database Accurate Online.

Cara membuat database Accurate Online adalah sbb :

  1. Klik simbol atau tanda + kemudian pada layar Buat Database, masukkan Nama Database, pilih Warna Background, lalu pilih Logo Database atau jika Anda memiliki logo sendiri, ANda dapat memasukkannya dengan klik tombol Klik / Drag-Drop, kemudian klik Simpan.
  2. Selanjutnya akan tampil konfirmasi Otorisasi Password, masukan password akun Accurate Online Anda, lalu klik Lanjutkan.
  3. Selanjutnya akan tampil informasi nama database yang baru Anda buat beserta dengan background dan juga logo databasenya.
  4. Klik nama database yang sudah Anda buat, lalu akan muncul tab baru. Pada tab baru inilah Anda akan memulai proses Setup Awal hingga menggunakan fitur-fitur yang ada pada Accurate Online.
  5. Panduan Setup Awal Database pada Wizard Klik Disini.

Selamat Mencoba.

(Available for AOL)

QUANTITY ITEM MINUS

Quantity Item Minus

Jika kita melihat ada Kuantitas atas suatu item yang Minus, penyebabnya tentu karena ada transaksi keluar atas barang tsb yang melebihi batas “On Hand” yang ada di sistem ACCURATE.

Untuk mencegah hal ini, bisa dilakukan setting agar item yang mencapai nol di gudang, tidak bisa dilakukan transaksi keluar barang lagi dan akan muncul error bahwa barang tidak mencukupi untuk dikeluarkan. Langkah-langkah tsb :

  • Pilih menu Setup | Preference, lalu klik “Feature“. Dibagian kanan ada “Warehouse qty can < 0.
  • Jika fitur tsb diaktifkan, maka semua transaksi keluar apabila sudah melewati batas kuantitas yang tersedia hanya akan menampilkan warning tidak akan memunculkan error
  • Apabila di-nonaktif-kan, semua mutasi keluar akan dikonfirmasi error apabila kuantitas di sistem tidak mencukupi

Contoh error :

 

  • Pada error tsb menjelaskan bahwa sisa item di gudang hanya tinggal 2, sedangkan transaksi yang akan diinput adalah 5, sehingga memunculkan error tidak mencukupi.

(Available for V4)

 

 

MEKANISME CREDIT LIMIT

Mekanisme Credit Limit

Pada ACCURATE 4, tersedia fitur Credit Limit pada List Customer yang berfungsi untuk membatasi nilai piutang yang bisa diberikan kepada Customer. Bagaimana mekanisme dan aturannya ada pada informasi di bawah ini.

Contoh 1 : 
– Owing Customer = 0 (nol)
– Settingan Credit Limit nya adalah = 100 ribu
1. Saat buat SO sebesar 80 ribu, tidak akan keluar warning karena Owing + SO tidak melebihi credit limit
2. Lalu buat SO 40 ribu, tidak akan keluar warning karena Owing + SO tidak melebihi credit limit
3. Jika langsung membuat SO sebesar 120 ribu, maka akan keluar warning, dikarenakan SO telah melebihi credit limit sebesar 100 ribu (karena owing + SO sudah melebihi credit limit)

Contoh 2 : 

– Owing Customer = 0 (nol)

– Settingan Credit Limit adalah = 100 ribu

  1. Pada saat membuat SI sebesar 40 ribu, maka akan muncul owing sebesar 40 ribu.
  2. Lalu saat dilanjutkan dengan membuat SO sebesar 80 ribu, maka akan keluar warning dikarenakan Owing + SO melebihi credit limit.

Contoh 3 :

Untuk SO setelah dilakukan pembayaran, maka limit tersebut akan terisi ulang dan bisa digunakan kembali, contohnya :

– Settingan Credit Limit adalah = 100 ribu

  1. Pada saat membuat SI sebesar 40 ribu, maka akan muncul owing sebesar 40 ribu
  2. Kemudian ada pembayaran atas SI tsb, dengan kondisi tersebut limitnya akan kembali ke 100 ribu kembali.

(Available for V4)