BUKA DATA ACCURATE DARI KOMPUTER LAIN(REMOTE) / DARI CLIENT

Buka Data ACCURATE dari Komputer Lain(Remote) / Dari Client

 

Berikut Cara membuka Database Accurate

MIsalkan komputer B dan C mau membuka data yang ada dikomputer A. Yang dilakukan di komputer B dan C :

Berikut adalah cara Buka Data ACCURATE dari Komputer Lain.

  • Buka ACCURATE seperti biasa dari Start | All Program | CPSSoft | ACCURATE atau Anda bisa membuka dari Shortcut ACCURATE yang ada di Desktop Komputer Anda.
  • Klik Open Existing Company(Buka Data Perusahaan) (Lihat seperti gambar dibawah ini)

 

 

  • Ada pilihan Local, Remote( atau Mesin Lain) dan Internet, Silahkan Anda pilih REMOTE atau Mesin Lain.

  • isi Server Name dengan Computer Name atau IPAddress komputer A (misal 192.168.0.1). Berhubung IP Address server suka berubah-ubah secara otomatis, Pastikan dicek terlebih dahulu IP Address di Server. Untuk Memeriksa IP Address Server bisa dipelajari klik disini
  • Database Name isi dengan alamat data ACCURATE (GDB File) yang disimpan di komputer A, misalkan nama Datanya PT Maju Terus.GDB di komputer A di letakkan di Drive D: di folder Data, maka caranya adalah kita ketikkan D:\Data\MajuTerus.GDB. Untuk lebih jelasnya

CATATAN PENTING : 

    • Tempat Data disimpan tidak perlu di share dan tidak bisa menggunakan cara Mapping. Cara pengetikkan alamat data seperti kita ada dikomputer lokal, tidak perlu di awali dengan nama komputer tempat data.

(Available For V3, V4 & V5) 

HAPUS FIELD RECTANGLE OBJECT DI TEMPLATE YANG TIDAK INGIN DIGUNAKAN

Hapus Field Rectangle Object di Template Yang Tidak Ingin Digunakan

Jika kita tidak sengaja menambahkan “Insert Rectangle Object” dan ingin menghapusnya, maka langkah yang harus dilakukan :

  • Masuk ke dalam Template yang tidak sengaja di tambahkan Rectangle Object atau memang ingin di hapus Rectangle Objectnya.
  • Klik F11 | di bagian Restrictions silahkan di klik tanda titik tiganya.
  • Unchecklist di bagian Don’t Delete | Ok.
  • Kemudian klik kanan pada bagian Rectangle Object yang akan di hapus | Delete.
  • Kemudian Save template tersebut.

(Available for V4 & V5) 

 

MEMBUAT ITEM PARENT DAN CHILD

Membuat Item Parent dan Child

Pembuatan Item Parent-Child(Induk-anak) ini dilakukan agar dalam tampilan List Item atau Daftar Barang dan Jasa, kita dapat dengan mudah melihat suatu barang berdasarkan kelompok-kelompoknya.

Sebagai contohnya adalah sbb:

 

 

 

 

 

Untuk membuat tampilan demikian, caranya adalah sbb:

  1. Buat terlebih dahulu Item Parent misal namanya BB dan Item Child misal namanya BB 10mm dan BB 12mm. Caranya seperti biasa saja, dari menu List | Item, lalu klik New.
  2. Sekarang sudah ada 3 item dengan naman BB, BB 10mm, dan BB 12mm.
  3. Namun ketiga item ini statusnya tidak saling mengelompokan. Agar item BB bisa menjadi induk atas item BB 10mm dan BB 12mm, maka kita perlu men-setting item yang akan menjadi anaknya dengan mendefine Item Child ke Item Parent-nya seperti gambar berikut:

Lakukan hal yang sama di Item Child lainnya.

Catatan:

  • Item Parent tidak digunakan dalam transaksi. Oleh karena itu, item tsb secara tampilan quantity nya Nol.
  • Jika mau menghapus Item Parent, maka yang terlebih dahulu dilakukan adalah menghapus Item Child. Jika Item Child sudah memiliki transaksi, maka hapus dahulu transaksinya.
  • Item Parent bukan merupakan Item Category. 

(Available for V4) 

 

 

 

DOWN PAYMENT(DP) / UANG MUKA PEMBELIAN

Down Payment(DP) / Uang Muka Pembelian

 

  1. Dari Activities(Aktivitas) | Purchase(Pembelian) | Purchase Order(Pesanan Pembelian), Input pesanan pembelian seperti biasa dengan memilih Vendor dan Item-item yang dipesan berikut harga nya. Kemudian klik button DownPayment diatas.
  2. Akan muncul Form Purchase Invoice(Faktur Pembelian) yang sudah ada isi item DP nya dengan Unit Price sebesar Total PO kita. Ganti Unit Price sebesar DP yang akan ditagihkan saja. Kemudian klik button Purchase Payment diatas. Hasil Jurnal Purchase Invoice tsb adalah Advanced Purchase(D) pada Hutang Dagang(K).
  3. Ditampilan Purchase Payment, isi Cash/Bank dan tanggal sesuai tanggal pelunasan lalu Save&Close. Ditampilan Faktur Pembelian dan PO juga kita Save&Close. Hasil Jurnal Pelunasan DP Hutang Dagang(K) pada Cash/Bank(K).
      4. Jika ada proses  penerimaan barang sebelum terima faktur, mencatat penerimaan barang dari Activities | Purchase | Receive Item, Pilih Vendor lalu pilih option Select PO di samping nama Vendor tsb. Jurnal yang terjadi disini adalah Inventory(D) pada Unbilled Goods(K).
      5. Untuk tagihan sisa nya, dari Activities | Purchase | Purchase Invoice, pilih Vendor lalu pilih Select PO di samping nama Vendor, pilih PO No yang kita buat di langkah 1 diatas, otomatis Item-item dari Pesanan akan muncul di Tab Item, dan DP PO sebagai nilai yang dipotong akan tampil di Tab Use DP. Save&Close. Jika Select PO, jurnal yang terbentuk adalah Inventory(D) pada Hutang Dagang(K) dan Advanced Purchase(K).

Jika kita melalui langkah no.4 diatas, Di Purchase Invoice yang dibuat di langkah ke5 ini, kita pilih Select RI. Jika Select RI, jurnal yang terbentuk adalah Unbilled Goods(D) pada Hutang Dagang(K) dan Advanced Purchase(K).

Sehingga Purchase Invoice tersebut akan terhutang sebesar sisanya yang sudah dipotong DP.

(Available for v4)

 

 

TOTAL QTY X UNIT PRICE DI ITEM TRANSFER

Total Qty x Unit Price di Item Transfer

Di Item Transfer jika bagian Detail menampilkan kolom Unit Price untuk Screen dan Print nya, jika mau ada total hasil dari Qty x Unit Price dimasing-masing baris item, rumus nya :
[SUM([[Quantity]*[Unit Price]])]

Jangan lupa agar ada separator-nya kita klik kanan di kotak yang isinya rumus diatas lalu pilih Variable Format | Number | Custom, isi Format dengan #,##0.00.

Diatas dikerjakan dari Setup | Form Template | Item Transfer, edit template yang dimaksud.

(Available for v3 & v4)

 

 

Cara Membuat RAB Perusahaan Kontraktor

RAB (Rencana Anggaran Biaya) adalah perhitungan rincian biaya yang diperlukan untuk setiap pekerjaan dalam proyek konstruksi, sehingga diperoleh estimasi biaya total yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

RAB berfungsi sebagai acuan dasar pelaksanaan proyek, mulai dari pemilihan kontraktor yang sesuai, pembelian bahan bangunan, sampai pengawasan proyek agar berjalan sesuai dengan rancangan dan kesepakatan awal Anda dengan kontraktor.

Tanpa adanya RAB, sangat mungkin terjadi pembengkakan biaya dikarenakan pembelian bahan bangunan yang tidak sesuai dengan volume pekerjaan, upah pekerja yang tidak terkontrol, pengadaan peralatan yang tidak tepat, dan berbagai dampak negatif lainnya.

Rincian yang Ada di Dalam RAB

Idealnya dalam pembuatan RAB, ada beberapa rincian yang dimasukkan ke dalam tabel. Namun rincian ini pun tak harus Anda masukkan semuanya ke dalam RAB, tergantung dari jenis perhitungan yang sesuai dengan proyek Anda. Berikut komponen untuk menghitung RAB :

  1. Uraian pekerjaan yang dibagi berdasarkan jenis pekerjaan. Contohnya: pekerjaan persiapan, galian, urugan dan pekerjaan pondasi beton. Setiap bagian uraian pekerjaan memiliki rincian pekerjaan lainnya yang lebih detail.
  2. Volume pekerjaan yang memiliki arti satuan yang digunakan untuk pengukuran suatu objek. Volume pekerjaan umumnya dapat dihitung dalam satuan meter persegi (m2), meter kubik (m3), titik atau unit.
  3. Satuan unit dari pekerjaan atau bahan bangunan. Contoh: m1, m2, m3, unit atau titik.
  4. Harga satuan pekerjaan yang dapat dipisah menjadi dua bagian, harga jasa atau harga jasa berikut materialnya. Setelah mengetahui volume pekerjaan, Anda tinggal mengalikannya dengan harga satuan pekerjaan.
  5. Total upah pekerja yang didapatkan dari biaya per jam x estimasi waktu pekerjaan x total pekerja.
  6. Total material bahan bangunan
  7. Total atau jumlah harga yang didapatkan dari penjumlahan total upah dengan total material atau perkalian volume dengan total upah.

Cara Menghitung RAB secara umum

Untuk menghitung RAB diperlukan adanya ketelitian. Menghitung RAB bisa jadi terlihat mudah tetapi bisa juga terlihat sulit. Terlihat mudah karena hanya terdiri atas perkalian volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan. Tetapi bisa juga terlihat sulit karena ada banyak sekali item yang harus Anda sertakan.

Untuk memudahkan menghitung RAB secara umum ada 5 poin yang harus Anda perhatikan.

  1. Persiapan Gambar Kerja : Mempersiapkan gambar kerja perlu Anda lakukan, bukan berarti Anda harus membuat sendiri. Anda bisa meminta pada arsitek yang Anda pilih. Gambar kerja bisa Anda gunakan untuk membuat IMB atau Izin mendirikan Bangunan serta pembuatan SPK atau Surat Perjanjian Kontrak Kerja. Selain itu gambar kerja juga diperlukan untuk menentukan spesifikasi dan ukuran material bangunan. Gambar ini juga menjadi rujukan Anda untuk menentukan item-item pekerjaan yang akan dihitung dalam pembuatan Rencana Anggaran Biaya. Setelah menentukan item apa saja yang akan digunakan Anda harus mengecek harga material bangunan serta range upah pekerja.
  2. Menghitung Volume Pekerjaan : Untuk menghitung volume pekerjaan Anda busa menghitung jumlah volume dalam satuan m2 atau m3 atau satuan yang sudah disepakati. Lalu volume pekerjaan dikalikan dengan harga satuan pekerjaan dan hasilnya adalah jumlah biaya pekerjaan.
  3. Menentukan dan Menbuat Harga Satuan Pekerjaan : Agar lebih mudah maka Anda bisa memisahkan harga material dan upah. Lalu Anda bisa memasukkan harga berdasarkan range yang berlaku di daerah Anda. Dan juga Anda harus berjaga-jaga jika ada peningkatan upah. Misal, harga satuan pekerjaan untuk pemasangan plafon adalah Rp. 24.000,- untuk per m2.
  4. Menghitung Jumlah Biaya Pekerjaan : Untuk mendapatkan jumlah biaya pekerjaan maka Anda bisa mengalikan volume dan harga satuan kerja. Seperti ini, untuk pekerjaan pembuatan pondasi batu kali Rp. 350.000,- per 10 m3. Dari sini Anda bisa melakukan perhitungan bahwa 10m3 x Rp. 350.000,- = Rp.3.500.000,-
  5. Rekapitulasi : Setelah melakukan empat langkah di atas maka langkah terakhir adalah melakukan penjumlahan total dari masing-masingsub pekerjaan yang disebut dengan rekapitulasi, seperti pekerjaan persiapan, pekerjaan beton atau pekerjaan pondasi.

Berikut contoh RAB yang telah di input pada Software ACCURATE

Anda dapat menggunakan trial terlebih dahulu selama 30hari, silahkan download softwarenya Di Sini

Cara Pencatatan Keuangan Usaha Bengkel

Istilah Bengkel dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia erat kaitannya dengan jasa perbaikan kendaraan bermotor.

Dari segi Bahasa, Bengkel atau Lokakarya adalah sebuah bangunan yang menyediakan ruang dan peralatan untuk melakukan kontruksi atau manufaktur, dan/atau memperbaiki benda. Sedangkan Perbengkelan adalah pengetahuan dan keterampilan tentang peralatan dan metode untuk membuat, membentuk, mengubah bentuk, merakit, ataupun memperbaiki suatu benda menjadi bentuk yang baru atau kondisi yang lebih baik secara manfaat ataupun estetika.

 

Laporan Keuangan pada Usaha Bengkel

Disini saya akan membahas mengenai pencatatan keuangan bengkel kendaraan bermotor. Yang mana usaha bengkel ini selain menjual jasa juga menyediakan onderdil-onderdil yang dibutuhkan untuk memperbaiki kendaraan bermotor para customer. Sehingga bengkel juga perlu pencatatan stok untuk onderdil-onderdil yang sering digunakan.

Untuk pembukuan pada perusahaan bengkel tidak jauh berbeda dengan usaha yang lainnya, kita dapat mengacu pada PSAK No.1 Tahun 2015 yang kurang lebih isinya mengenai pengungkapan Laporan Keuangan adalah penyajian terstruktur dari posisi kuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana). catatan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

 

Pengaplikasian Transaksi Usaha Bengkel pada Software ACCURATE

ACCURATE adalah paket software jadi, sehingga Anda tidak perlu repot-repot untuk memikirkan custome software yang terkadang memakan waktu yang cukup lama dan ujung-ujungnya tidak berjalan sesuai ekspektasi atau yang lebih parahnya terbengkalai tanpa ada titik terangnya.

Software ACCURATE sendiri saat ini ada 2 produk unggulan yaitu :

  1. Accurate Online : Accurate Online dipasarkan ke publik pada tahun 2016 dan dalam waktu 2tahun usernya sudah sampai ratusan ribu.
  2. Accurate Dekstop : Saat ini Accurate Dekstop yang dipasarkan adalah Accurate Versi 5. Yang mana pada Accurate Dekstop ini ada beberapa variasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan bidang usaha yang digeluti. Pada Accurate Dekstop ada 3 Varian yaitu Standard Edition, Deluxe Edition dan Enterprise Edition.

Untuk mengetahui perbedaan antara Accurate Online vs Accurate Dekstop silahkan klik Di Sini

Dan untuk mengetahui perbedaan ketiga varian Accurate Dekstop silahkan klik Di Sini

Modul-modul pada Accurate saling terintegrasi, dan transaksi-transaksi yang di input akan langsung terposting sehingga membentuk sebuah laporan pada detik itu (pada saat input transaksi). Sehingga Anda akan dipermudah dan dimanjakan dalam membuat laporan keuangan.

Berikut tampilan Accurate Online :

Dan berikut adalah tampilan pada Accurate Dekstop :

Pada modul Persediaan, untuk barang dan jasa yang akan di input. Accurate menyediakan 3 pilihan Tipe Barang dan Jasa yaitu :

  • Tipe Persediaan
  • Tipe Non Persediaan
  • Tipe Jasa

Dan bagi Anda yang usaha bengkelnya mensupplay onderdil impor yang dibeli dengan mata uang asing, Accurate menyediakan multi currency (multi mata uang)

Accurate juga mempunyai fitur Job Costing yang berfungsi untuk perakitan atau pembongkaran dalam artian :

  • Perakitan yaitu Barang A, B, C dan D di gabungkan menjadi 1 barang Z
  • Pembongkaran adalah kebalikan dari perakitan yaitu barang Z di bongkar menjadi barang A, B, C dan D

Untuk Usaha Bengkel yang tertarik untuk menggunakan Accurate Dekstop dapat menggunakan varian Standard Edition. Dan untuk yang tertarik menggunakan Accurate Online dapat menggunakan trial terlebih dahulu selama 30hari pada Link Berikut Trial AOL

Cara Mencatat Laporan Keuangan Perusahaan Distributor

Perusahaan Distributor adalah perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis dengan membeli produk langsung dari produsen (pabrik) dan menjualnya kembali ke retail/toko, bisa juga langsung ke user. Jadi distributor hanya mengambil produk yang sudah jadi saja dari produsen tanpa memodifikasi dan langsung menjualnya dengan menawarkan ke toko atau restaurant.

Mengingat yang akan kami bahas disini adalah Mencatat Laporan Keuangan, sehingga kembali ke PSAK No. 1 Tahun 2015 mengenai pengungkapan Laporan Keuangan. Laporan Keuangan adalah penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Laporan ini menampilkan sejarah entitas yang dikuantifikasi dalam nilai moneter. Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Tujuan laporan keuangan yaitu memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan menunjukkan hasil pertanggung jawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

Laporan Keuangan yang lengkap terdiri dari :

  • Laporan posisi keuangan (neraca pada akhir periode);
  • Laporan laba rugi komprehensif selama periode;
  • Laporan perubahan equitas selama periode;
  • Laporan arus kas selama periode;
  • Catatan atas laporan keuangan, berisi informasi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lain.
  • Laporan posisi keuangan pada awal periode, komponen yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

 

Biasanya dalam usaha distributor hal yang paling diperhatikan adalah persediaan, karena persediaan merupakan aset yang cukup penting untuk lajunya perusahaan. Dan biasanya perusahaan distributor akan memerlukan laporan rincian persediaan untuk mengevaluasi barang-barang apa saja yang pergerakan keluar masuknya cepat, barang-barang apa saja yang harus di repeat order kembali, serta list stok yang siap untuk didistribusikan. Untuk distributor makanan sangat memerlukan informasi tanggal kadaluarsa supaya stok yang ada di gudang jangan sampai ada yang kadaluarsa serta memerlukan warning untuk menunjukkan barang-barang mana saja yang sudah mendekati tanggal kadaluarsa minimal 3bulan sebelum expayed date.

Untuk itu ACCURATE Accounting software hadir untuk membantu pencatatan laporan perusahaan, dan juga ada fitur pengingat supaya ada warning jika sudah mendekati tanggal expayed date maupun warning jika stok di gudang sudah harus di reorder kembali. Langsung aja cap cus kita lihat contohnya yuuukz…

Fitur Kontrol Persediaan :

Berikut adalah tampilan pengingat untuk barang yang harus di reorder dan barang yang sudah mendekati tanggal kadaluarsa

Pada tampilan pengingat tersbut juga ada untuk piutang jatuh tempo dan hutang jatuh tempo, sehingga Anda akan dipermudah untuk membuat budgeting cash flow mingguan maupun bulanan.

ACCURATE Accounting Software selain membantu Anda dalam pencatatan persediaan juga membantu membuat laporan keuangan. Modul-modul pada ACCURATE saling terintegrasi sehingga dengan Anda menginput transaksi kegiatan sehari-hari akan dengan otomatis membuat laporan sesuai posnya masing-masing. Contohnya jika Anda input uang masuk dari modal maka uang pada akun Anda akan otomatis bertambah dan modalpun bertambah, neraca anda pun posisi keuangannya akan bergerak. Dan jika ada penjualan akan secara otomatis masuk ke laporan laba rugi, begitu juga jika Anda menginput biaya-biaya akan otomatis membentuk laba rugi perusahaan Anda.

PRODUCTION DEFAULT ACCOUNT

Production Default Account

Jika Accurate yang diinstall/digunakan adalah Accurate versi 4 Enterprise dan modul Manufakturnya sudah diaktifkan melalui menu Setup | Preference | Feature, centang “Manufakturing Module” secara otomatis pada menu Setup | Preference akan ada penambahan fitur yaitu Production Default Account. Bagian ini harus diisi karena digunakan saat menginput transaksi di modul Manufaktur.

 

Pada Production Default Account  terbagi menjadi 2 yaitu:

    1. Default Account For Convertion Cost
    2. Default Account For Production.

Di bagian Default Account For Convertion Cost di field Expense Account isi dengan akun yang bertipe Expense dan pastikan akun tsb untuk Allocation To Production nya sudah dicentang. Dapat dicek melalui menu List | Chart of Account, double-click di nama atau no akunnya. Apabila Convertion Cost lebih dari 1 akun biaya, misalnya ada biaya Gaji karyawan Manufaktur dan biaya Overhead Pabrik. Maka di setingan Expense Account ini isi dengan salah satu akun tsb, karena disini tujuannya sebagai default saja, tetap saat kita buat Conversion Cost(List | Manufacture | Convertion Cost) kita bisa rubah akunnya ke akun biaya yang lain.

Di bagian Default Account For Production terdiri dari:

  • Work In Process : Isikan dengan akun yang bertipe akun Inventory. Fungsi dari akun tsb  untuk menampung proses produksi seperti Material Release dan Product Material Result. Penjelasan mengenai Work in Process dapat dilihat di:

https://solutioncenter.wordpress.com/2012/06/04/wippersediaan-dalam-proses/

  • Variance : Isikan dengan akun yang bertipe Cost of Goods Sold.  Fungsi dari akun  Variance dapat dilihat di:

https://solutioncenter.wordpress.com/2012/11/26/variance-expense/

(Available For v4 & v5) 

Cara Pembukuan Sederhana Usaha Kecil Menengah

Bagi Anda para pelaku usaha baik kecil, menengah maupun besar tentu memerlukan pembukuan untuk mengukur sejauh mana usaha kita dan untuk melihat bagaimana alur keuangan usaha yang sedang kita jalankan, berapa besar keuntungan atau kerugian yang didapat, serta mengetahui apakah usaha kita berkembang dengan baik atau sebaliknya.

Pada dasarnya yang dibutuhkan dalam pembukuan sederhana adalah neraca keuangan, laporan laba/rugi, dan laporan arus kas. Contoh pembukuan sederhana adalah pembukuan yang pernah kita dapat di bangku SMA. Jadi pembukuan sederhana dapat dipelajari dan dibuat dengan mudah.

Senada dengan pengertian di atas, menurut PSAK No.1 Tahun 2015 mengungkapkan Laporan Keuangan adalah penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Laporan ini menampilkan sejarah entitas yang dikuantifikasi dalam nilai moneter. Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Laporan-laporan dalam pembukuan sederhana meliputi :

  • Neraca

Adalah bagian dari sebuah laporan keuangan yang mencatat informasi mengenai aset, kewajiban pembayaran kepada pihak-pihak yang terkait dalam operasional perusahaan, dan modal dalam waktu tertentu.

Aset adalah harta yang dimiliki sebuah usaha sebagai contoh uang kas/bank, perlengkapan yang ada didalam usaha, persediaan, dan peralatan.Kewajiban adalah dana usaha yang diberikan oleh pihak ketiga, baik berupa uang maupun berupa barang, dengan kata lain hutang yang wajib dibayar oleh pemilik usaha kepada pihak ketiga yang memberi dana atau barang. Modal adalah dana usaha yang ditanamkan si pemilik untuk menjalankan usahanya. Besar jumlah aset harus sama dengan jumlah kewajiban ditambah jumlah kewajiban.

Aset = Kewajiban + Modal

 

  • Laporan Laba Rugi

Adalah bagian laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba bersih atau sebaliknya rugi.

Biasanya yang dicatat dalam laporan laba rugi adalah aktivitas usaha yang kita lakukan berupa hasil jumlah penjualan yang kita lakukan dan biaya yang harus kita keluarkan. Kita bisa mengetahui apakah usaha kita mendapatkan keuntungan atau kerugian dari selisih hasil penjualan yang didapat dengan beban biaya yang dikeluarkan.

 

  • Laporan Arus Kas

Adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang perusahaan.

Laporan arus kas harus lengkap data-datanya termasuk sumber kas serta tanggal transaksi. Sebagai contoh kita melakukan transaksi pembelian dengan toko A, di laporan arus kas harus ditulis tanggal transaksi, objek transaksi berupa apa, dengan siapa kita melakukan transaksi, dan seberapa besar biaya yang harus kita keluarkan. Setiap bukti transaksi yang kita lakukan, baik itu transaksi penjualan atau pembelian, harus dilampirkan di dalam laporan arus kas.

 

Jika Anda masih bingung atau kesulitan dalam membuat laporan keuangan, jangan khawatir karena di era digital yang serba canggih banyak tools yang membantu dengan mudah untuk membuat laporan keuangan. Salah satunya adalah Software ACCURATE yang user friendly dan dapat digunakan oleh pengguna yang bahkan tidak mengerti jurnalan sekalipun.

Berikut adalah contoh Laporan keuangan dengan software ACCURATE :

atau dapat juga menampilakan neraca standar dimana posisi kewajiban dan modal berada dibawah aktiva/aset.

 

Semoga bermanfaat ^.^