Project Ending pada Accurate

Setelah Billing (tagihan/SI) terakhir, jika proses Project sudah dianggap selesai kita lakukan Project Ending dari Activities | Project | Project Ending.

Project Ending dimaksudkan untuk kita tidak bisa lagi membuat Project Payment atau Material In Use untuk Project tsb karena sudah dianggap selesai.

Pada saat kita lakukan Project Ending, pastikan semua biaya-biaya sudah di alokasikan ke COGS di Sales Invoice/ Billing terakhir. Jika setelah dibuat Billing terakhir masih ada Barang atau Biaya yang dikeluarkan dan belum teralokasi di Billing terakhir kita, kemungkinannya waktu kita lakukan Project Ending akan ada konfirmasi seperti contoh berikut ini :

“Warning!! PDP Amount = -100,000, please check COGS Amount in Invoice(s).”

Dengan ada nya konfirmasi tsb, maka kita diinformasikan bahwa masih ada Cost untuk Proyek yang akan di Ending tsb yang belum dialokasikan ke Account COGS (masih teralokasi di account Proyek Dalam Penyelesaian posisi di Neraca), untuk itu sebelum atau sesudah Project Ending, kita ke List | Sales | Sales Invoice, cari Invoice terakhir atas Project tsb, Edit lalu klik button Recalc yang ada di pojok kanan bawah Invoice di field COGS lalu Save & Close.

Bedanya jika kita update COGS di Faktur setelah dilakukan Project Ending, akan di konfirmasi bahwa Project tsb sudah di Ending, apakah akan tetap dilanjutkan, kita pilih Yes.

(Available for v4 & v5)

Flow Project Kontraktor pada Accurate

Flow Project Kontraktor (List – Project) :

  1. Material Budget and Price Adj (List | Project | Materials Budget and Price Adj.). Pertama kita menentukan Budget dan Price untuk setiap item barang yang akan di pakai di RAB Project. Budget dan Price yang kita isi disini yang secara default akan digunakan di RAB, namun nanti saat di RAB kita bisa ubah jika diperlukan. Budget and Price yang digunakan saat membuat New Project di RAB adalah Budget and Price yang efektif berlaku saat itu di lihat dari Efektif Date nya Material Budget and Price Adj yang berlaku.
  2. Labor Cost Adjustment. Standard Cost yang di setting disini akan digunakan di RAB sesuai Efektif Date, sama seperti Item jika mau dirubah saat di RAB masih bisa.
  3. Work Price Analysis (WPA). Membuat Formula untuk setiap pekerjaan (job), berikut contoh formulanya :
  4. Project. Setiap kali ada Project baru kita buat dari Activities | Project | Project. Saat buat Project baru kita menentukan Termin Billing & Progess dan RAB Project tsb. Saat membuat RAB kita buat New Header terlebih dahulu, setiap Header bisa terdiri dari beberapa Job, kita pilih Job dari List WPA. Perubahan QTY dan Cost Item yang diperlukan setiap Job (WPA) dapat dilakukan di halaman Materials dan Labour Cost di bagian bawah RAB dan otomatis akan mengupdate total Price yang ada di baris Job. Berikut contoh penginputannya :
  5. Material in Used. Input pengeluaran item barang untuk mengurangi stok dan menambah saldo akun proyek dalam Penyelesaian.
  6. Expense Payment. Input pengeluaran Biaya Project dan menambah saldo akun Proyek dalam Penyelesaian.
  7. Project Bill. Membuat Billing (tagihan) Project. Mengakui Revenue (Pendapatan) dan COGS (HPP) sesuai termin %Billing dan %Progress yang disetting saat buat Project di halaman General. Cara buat dan cetak tagihan dari Activities | Sales | Sales Invoice, pilih Customer atas Project tsb, lalu pilih Termin yang akan ditagihkan.
  8. Project Ending.

Berikut ini link untuk menjelaskan Jurnal-jurnal yang dapat terbentuk dari aktivitas Project Kontraktor :

https://softwareaccounting.id/2018/11/09/jurnal-project-contractor-pada-accurate/

 

(Available for v4 & v5)

Jurnal Project Contractor pada Accurate

Berikut jurnal yang terjadi pada modul Project Contractor :

Activities | Project | Material in Use, (sesuai cost keluar barang secara FIFO atau Average) :

  • (Dr) Proyek Dalam Penyelesaian xxx
  • (Cr) Persediaan xxx

Activities | Project | Expense Payment (Dibuat pada saat mau mencatat pengeluaran biaya Proyek diluar dari Material) :

  • (Dr) Biaya Upah xxx
  • (Cr) Kas/Bank xxx

 

  • (Dr) Proyek Dalam Penyelesaian xxx
  • (Cr) Biaya Upah xxx

Pada saat Billing dari Activities | Sales | Sales Invoice :

  • (Dr) Piutang (A/R) {Sesuai %Billing, %Billing x Grand Total di RAB} xxx
  • Pendapatan Proyek xxx

 

  • (Dr) COGS {Sesuai % Progress} xxx
  • (Cr) Proyek dalam Penyelesaian xxx

Secara Default yang ditampilkan di field COGS di form SI dibagian bawah adalah sebesar %Progress x Nilai Subtotal di RAB, namun jika kita klik button Cals disampingnya, maka COGS yang ditampilkan dan diakui adalah sesuai semua pengeluaran untuk Project tsb s/d sekarang (Pengeluaran dari Material in Use + Expense Payment).

dI bILLING TERAKHIR (SI tagihan terakhir) akan dialokasikan sisa keseluruhan account “Proyek Dalam Penyelesaian” ke account COGS.

 

(Available for v4 & v5)

CARA MENGINPUT BONUS DI FAKTUR PENJUALAN

Cara Menginput Bonus Di Faktur Penjualan

Seringkali jika perusahaan Anda bergerak di bidang Retail, ketika Customer membeli produk dari Anda, maka Anda akan memberikan Bonus ataupun Hadiah berupa produk tertentu dari Item yang Anda jual.

Bagaimana jika Anda ingin menginput Item Bonus atau Hadiah tadi kedalam Faktur Penjualan yang Anda buat untuk Customer, berikut ini langkah-langkahnya.

  • Anda buka Sales Invoice dari menu Activities | Sales | Sales Invoice 
  • Isikan informasi tanggal, customer, item yang dijual, harga dan informasi pendukung lainnya
  • Selanjutnya untuk memasukkan item Bonus yang diberikan, silahkan Enter ke baris selanjutnya dari baris detail item yang telah dimasukkan.
  • Masukkan Qty dari item Bonus tsb dan isikan pada bagian Unit Price dengan nilai Nol 
  • Lakukan langkah yang sama jika item bonus yang diberikan ini ada lebih dari satu.

(Available for v3&v4) 

 

REPORT PPH 23

Report PPh 23

Kita bisa mendapatkan laporan PPh23 untuk periode yang kita perlukan berikut informasi nomor Bukti Potong nya dengan cara memodifikasi report sbb :

  1. Report | Index to Report | Account Receivable & Customer | Sales Receipts Detail
  2. Di preview report tsb ke Modify | Available Column, Double Click untuk : “PPh Number” dan “PPh Amount”
  3. Masih di Modify ke Selected Columns&Filter, centang “PPh Number” dan “PPh Amount”
  4. Masih di Modify ke Group, centang Show Grand Total. Lalu klik sekali di “Form No.” di Group Customization, lalu klik Setting dibawah, bagian Show Group Total centang untuk PPh Amount.
  5. Set Parameter Tanggal from to report nya lalu klik Ok.
  6. Jika hasil report sudah sesuai, silakan di memorize dengan cara klik button Memorize Report di preview report tsb lalu beri nama report nya, dan untuk berikutnya kita bisa membuka report yang sudah dimodifikasi tsb dari Report – Memorize Report, double klik report yang dimaksud.

 

 

PELUNASAN INVOICE MATA UANG ASING DENGAN PPN

Pelunasan Invoice Mata Uang Asing dengan PPn

Faktur dengan mata uang asing dan kena PPn, untuk pelunasannya dicatat dalam 2 form pelunasan, form pelunasan untuk melunasi DPP(Dasar Pengenaan Pajak) nya, dan form pelunasan untuk melunasi PPn, mengapa dipisah dikarenakan untuk PPn terhutang nya dalam mata uang default. Berikut ini dijelaskan cara mencatat nya di ACCURATE :

 

  1. Activities | Sales | Sales Receipt, pilih Customer lalu centang bagian Pay untuk baris Nomor Faktur yang mau dilunasi.
  2. Payment Amount by Default muncul sebesar yang belum dilunasi, silahkan diganti jika ternyata tidak dilunasi semua, diganti sesuai yang akan dilunasi saja.
  3. Isi Cheque Amount diatas sesuai dengan nilai yang masuk ke Bank yang dipilih. Save & Close.

 

Pelunasan PPn

  1. Activities | Sales | Sales Receipt, pilih Customer.
  2. Centang option Fiscal Payment.
  3. Lalu centang bagian Pay untuk baris Nomor Faktur yang mau dilunasi.
  4. Bagian Payment Amount akan menampilkan nilai PPn yang sudah di konfersi ke nilai mata uang default yaitu 10%DPP*Fiscal Rate Invoice. Jika ternyata nilai yang dilunasi tidak sebesar nilai tsb dikarenakan perbedaan rate, selisih nya silahkan dialokasikan dengan cara klik kanan dibaris Faktur tsb pilih Disc Info/Write-Off, Disc Amount diisi sebesar selisihnya, isi minus jika ternyata yang diterima lebih besar, Disc Account alokasikan ke akun Realize Gain/Loss jika karena perbedaan rate sehingga diterima lebih atau kurang, atau alokasikan ke akun lain jika karena hal lain sesuai dengan kasus nya.
  5. Save & Close.

Untuk kondisi jika DPP+PPn dilunasi langsung dalam mata uang asing, silahkan pembahasannya disini

(Available for v3 & v4) 

 

TAMPILAN ACCURATE DASHBOARD MASUK KEDALAM DEMO

Tampilan Accurate Dashboard Masuk Kedalam Demo

Jika ada kondisi ketika menggunakan Accurate Dashboard dan ketika login selalu masuk ke dalam tampilan Demo, yang harus dipastikan silakan bisa dipastikan terlebih dahulu berikut hal-hal berikut ini :

  • Coba gunakan database sample bawaan dari Accurate (C\Program Files\CPSSoft\ACCURATE4\Enterprise\Sample\Sample.gdb)
  • Jika masih terjadi hal yang sama coba menggunakan device lainnya
  • Buatkan email baru kemudian coba daftarkan kembali ke dalam Accurate Dashboardnya tersebut dan login menggunakan password yang baru
  • Jika masih terjadi hal yang sama silahkan dilakukan instal ulang untuk Accurate Dashboardnya dan test kembali dengan data sample yang ada
  • Jika ke-4 langkah di atas sudah dilakukan silahkan di instal Accurate Dashboardnya di komputer lainnya dan login kembali dengan data samplenya. Apabila langkah di atas sudah dilakukan, silahkan bisa menghubungi kami di support@cpssoft.com atau ke http://www.support.cpssoft.com

 

 

SETTING PRINTER ACCURATE 5 AGAR HASIL PRINT TIDAK LOMPAT-LOMPAT

Setting Printer Accurate 5 Agar Hasil Print Tidak Lompat-Lompat

Cara setting printer ACCURATE 5

Pada Desktop komputer, klik tombol start, pada field “Search Program and Files” ketikkan Devices & Printers lalu tekan enter.

Pada bagian Windows printer and Faxes, pilih printer yang kita inginkan, (dalam tutorial ini kita gunakan printer Epson LX-300+/II) kemudian pilih menu Printer server proprties pada bagian atas window, pada window yang muncul lakukan setting sebagai berikut:

  • Centang check box Create a new form
  • Isi nama kertas yang akan dibuat pada field Form Name
  • Pada bagian paper size, set ukuran kertas
  • Pada bagian print area margin, set margin yang diinginkan
  • Gunakan Metric untuk ukuran dalam cm
  • Klik tombol Save Form
  • Klik tombol OK pada window Print Server Properties

Kembali ke Devices and Printers lakukan setting sebagai berikut:

  • Pada printer yang tadi di highlight, klik kanan dan pilih Printer Properties
  • Pilih printer Epson LX-300+/II
  • Pada window Epson LX-300+ Properties, dan Pilih tab Device Settings
  • Pada Manual Feed : isi nama kertas yang tadi dibuat
  • Pada Tractor Feed : isi nama kertas yang tadi dibuat
  • Kemudian Klik tombol OK pada window Epson LX-300+/II Properties

 

Pada ACCURATE 5 lakukan hal berikut:

  • Klik Setup
  • Form Template
  • Pilih invoice yang bermasalah saat di-print, klik tombol Designer
  • Klik File – Report Options
  • Pilih printer yang akan digunakan, misalnya Epson LX-300+/II
  • Klik tombol OK
  • Klik File – Page Options
  • Pastikan field Size terisi dengan nama kertas yang tadi dibuat
  • Pastikan field Paper Source meng-highlight Tractor Feed, dan kemudian Klik tombol OK
  • Klik gambar Disket di sudut kiri atas (untuk save), dan kemudian Klik tombol Close
  • Kemudian Klik OK

 

DATA NOT AVAILABLE

Data Not Available

Saat Extract transaksi modul Penjualan dari menu File | Extractor di Accurate v3 untuk dapat diimport transaksi nya ke database lain, ada muncul konfirmasi Data Not Available. Konfirmasi tsb menjelaskan bahwa saat ini tidak ada transaksi yang bisa di extract lagi.

Kemungkinannya kita sudah lakukan extract dan belum ada penambahan transaksi lagi setelahnya, sehingga tidak ada lagi yang di extract.

Untuk mengetahui Extract kita terakhir, bisa dilihat dari File | Extractor | Extract Logs. Jika diperlukan untuk save lagi hasil extract sebelumnya untuk dapat diimport ke database lain, silahkan centang log mana yang mau di ectract, lalu klik button Extract From Log dan tentukan alamat file hasil extract nya.

 

 

 

CARA FAKTUR PENJUALAN ATAU FAKTUR PEMBELIAN KENA PAJAK DAN MASUK KE SPT MASA

Cara Faktur Penjualan atau Faktur Pembelian Kena Pajak dan Masuk ke SPT Masa

Langkah 1

Buat Kode Pajak (Tax Code) dari List | Others | Tax Codes. Disana akan diminta untuk membuat Kode Tax, setting Sales Tax dan Purchase Tax Account-nya.

Purchase Tax : Isi dengan akun PPN Masukan dengan tipe Other Current Asset atau Aktiva Lancar Lainnya.
Langkah 2
Item-item yang kena pajak, pastikan dikenakan Kode Pajak. Dari List | Items, pada saat buat atau Edit Item yang sudah ada, dibagian Sales Tax Codes dan Purchase Tax Codes, isi dengan kode pajak atas barang tersebut, jika item tersebut kena dua pajak, yaitu PPn (kode P) dan PPn BM (kode M), maka kita isi dengan PM.
Setting di Customer, pada saat membuat Customer baru atau Edit Customer yang sudah ada, di Tab/halaman Sales isi :
  • Tax 1 dengan Kode Pajak (Tax Code) yang sudah kita buat sebelumnya di daftar Tax Codes.
  • Tax Number, isi dengan nomor NPWP. Jika NPWP dikosongkan, PPn atas penjualan ke customer tersebut akan masuk ke bagian Faktur Pajak Sederhana(Faktur Pajak yang Digunggung) di SPT Masa.
  • NPPKP, isi dengan nomor NPPKP Customer tersebut.
  • Tax Type, isi dengan type pajak customer bersangkutan (ini akan mempengaruhi cara pelaporannya ke SPT Masa).

Setting di Vendor. Pada saat membuat atau mengedit Vendor yang sudah ada, di halaman Terms, Etc. isi :

  • Tax 1 isi dengan Kode Tax PPn yang sudah kita buat sebelumnya di daftar Tax Codes.
  • Tax Number, isi dengan nomor NPWP.
  • NPPKP , isi dengan nomor NPPKP Vendor tersebut.
  • Tax Type, isi dengan type pajak Vendor bersangkutan (ini akan mempengaruhi cara pelaporannya ke SPT Masa).

Langkah 4

Setup | Preferences | Taxation, centang Code in Invoice Tax No. simak perubahan untuk nomor seri faktur pajak disini.

Keterangan 

  • Jika Item dan Customer dikenakan kode pajak yang sama, maka di Faktur Penjualan akan dikenakan pajak.
  • Jika Item dan Vendor dikenakan kode pajak yang sama, maka di Faktur Pembelian akan dikenakan pajak.
  • Jika salah satu tidak dikenakan Pajak, misalnya Item-nya tidak dikenakan pajak sedangkan Customer kena Pajak, maka Faktur Penjualan tidak akan muncul PPn-nya (Pajaknya), begitu juga sebaliknya jika Customer yang tidak diisi Tax 1-nya sedangkan Item diisi kode pajaknya. Sama halnya di Faktur Pembelian.
  • Jika Item dikenakan PPn BM sedangkan Customer dikenakan PPn, artinya dikenakan pajak yang berbeda, di Faktur tidak akan dikenakan Pajak/Pajak tidak muncul.

 

(Available for v3 & v4)